Digeruduk Ormas Gema Keadilan, Manajemen Grand Kamala Lagoon Akui Kesalahan

BEKASIMEDIA.COM – Berawal dari dibentaknya Wakil Walikota Bekasi oleh Satpam Grand Kamala Lagoon, saat hendak meninjau lokasi runtuhnya 33 lantai tangga darurat, Rabu (4/1/17) sore, Rombongan Organisasi Masyarakat Gema Keadilan Kota Bekasi menyambangi proyek apartemen itu.

Gema Keadilan menuntut permohonan maaf secara terbuka kepada Wakil Walikota Bekasi sekaligus Warga Kota Bekasi karena Wakil Walikota merupakan simbol pemerintahan.

Meski sempat dihadang masuk dan harus menunggu pihak manajemen selama lebih dari 30 menit, Gema Keadilan Kota Bekasi tetap bersikeras untuk menemui manajemen yang akhirnya diwakili oleh Legal Officer PP, Hafizh.

“Saya tadi sudah bilang ke Pak Syaikhu, maaf kalau perlakuan ini membuat tidak nyaman. Baik nanti bagaimana, apakah akan melalui media atau akan menyampaikan permohonan langsung ya itu nantilah. Pada intinya masalah ini pun sudah sampai ke manajemen pusat dan kita mau fokus ke evakuasi dulu,” ungkap Hafizh.

Hafizh mengaku pihaknya tidak bermaksud melecehkan Wakil Walikota sebagai kepala daerah. Namun adanya kesalahan perlakuan dari pihak sekuriti diakui oleh pihak Grand Kamala Lagoon.

“Mungkin ini salah penerimaan atau salah penerapan dari protap Pak Kapolsek. Tadi pak kapolsek kan berpesan selain pemerintahan dilarang masuk. Teman-teman sekuriti kami memarahi atau sedikit tinggi itu sebenarnya mungkin bukan langsung ke Syaikhu. Tapi dia mungkin tidak bisa membedakan mana media. Dia ngomong sedikit keras supaya media nggak ikut masuk. Nah mungkin ada ketegangan cuma kami dari manajemen akan segera melakukan permohonan maaf terkait perbuatan tindakan dan perkataan yang kami lakukan insiden hari ini terutama pada wakil dan masyarakat Kota Bekasi,” terang dia.

Sementara itu ketua DPD Gema Keadilan, Afrinal mengungkapkan bahwa pihaknya sangat kecewa atas perlakuan dari sekuriti Grand Kamala Lagoon.

“Kami memandang Ahmad Syaikhu bukan hanya haji, bukan. Tapi beliau simbol Kota Bekasi, ayahnya Kota Bekasi. Mungkin kami tidak akan melakukan ini kalau berita ini tidak masuk sampai berita nasional tapi permasalahannya ini masuk berita nasional. Terlepas dari sekuriti bagaimanapun ini adalah bagian dari managemen. Itu memarahi ikon kota bekasi loh,” tegasnya

Menurutnya, meskipun salah satu pihak (Hafizh) telah meminta maaf secara personal kepada Ahmad Syaikhu, namun itu dirasa tidak cukup apabila belum dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh masyarakat luas.

“Bagaimanapun Ahmad Syaikhu adalah ikon Kota Bekasi. Disaat ada oknum yang melakukan kesalahan protap, artinya ada kesalahan. seharusnya kata kapolsek kan hanya wakil dari pemerintahan yang boleh masuk. Ahmad Syaikhu ini kan bukan hanya wakil pemerintahan tapi pimpinan daerah. Kemudian terjadi pembentakan itu. Kalau dikawal Pol PP wajar lah. Nggak mungkin Pak Syaikhu nggak dikawal Pol PP kan ada protapnya juga dimana merupakan bagian tak terpisahkan dari pemimpin daerah,” terangnya.

Ia juga menerangkan, bahwa pihak managemen tak menyangkal perihal terjadinya insiden pembentakan tersebut.

“Dia nggak membantah bahwa tadi terjadi pembentakan. Ini jelas diakui oleh manajemen,” pungkasnya. (sel/dns)

Be the first to comment on "Digeruduk Ormas Gema Keadilan, Manajemen Grand Kamala Lagoon Akui Kesalahan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.